Sabtu,
12 September 2015 23.25 WITA
Entah apa sebenarnya yang ada dalam
pikiranku saat ini. Rasanya benar-benar kacau. Sungguh membosankan. Siang hari
masih tetap sama dengan yang terjadi sejak beberapa waktu belakangan dan
seharusnya sore tadi pergi ibadah youth
service tetapi kenyataannya saya tidak pergi. Entah apa yang saya pikirkan.
Rasa ngantuk dan malas yang mendera benar-benar membuatku menjadi orang yang
sangat menyeramkan. Kapan aku bebas dari keadaan seperti ini Bapa??????
Aku sebenarnya ingin mengerjakan sesuatu
yang aku sukai sambil aku juga mendapatkan keuntungan dari dalamnya. Tapi sudah
sangat lama aku memohon namun hingga kini belum ada titik terangnya. Entah apa
yang akan kuhadapi esok dan esoknya lagi. Aku sangat bosan dengan situasi seperti
ini. Banyak hal yang aku ridukan dari kehidupanku beberapa waktu belakangan.
Aku tidak akan menyesali sedikitpun
segala kesalahan yang telah aku lakukan dimasa lalu. Itu hanya akan memperburuk
keadaanku. Yang ada sekarang adalah bagaimana menata hidup yang sekarang. Tapi
aku tidak tahu harus mulai dari mana, dan bagaimana caranya??
Apakah karena rumor mengenai kiamat yang
akan segera datang sehingga aku tidak diperkenankan untuk melakukan sesuatu
untuk menghasilkan uang dan sedikit mengurangi beban orangtuaku???hahahah. Sebenarnya
hanya itu yang aku inginkan sehingga aku berdoa untuk bisa memiliki pekerjaan.
Ya,, untuk sedikit mengurangi beban orang tuaku. Aku sudah terlalu jahat selalu
membebani mereka. Jadi
harus bisa mandiri atau yang sering orang istilahkan dengan BERDIKARI (stand on my own feet)
Aku selalu berharap saat malam tiba
bahwa esok akan selalu dan pasti lebih baik dari hari ini. Meski kadang
sebenarnya sama saja. Tidak ada yang berbeda. Yaa,,, kata-kata itu menurutku
adalah hanya sebuah penghiburan bagi jiwa yang rapuh. Yaa,,, seperti saya ini.
Memang membosankan menjalani hidup
seperti ini. Tapi apa yang bisa saya lakukan untuk merubahnya. Saya tidak tahu.
Ditambah lagi saat ini orang yang selama setahun terakhir selalu meminta saya
agar dia menjadi pacar saya, dia muncul kembali sekitar dua hari yang lalu.
Dengan pertanyaan yang sama. Saya sebenarnya bingung. Ini orang apa tidak bosan
yaa ngomong itu sama saya. Padahalkan jawaban saya akan selalu sama dan tidak akan
pernah berubah. Saya tetap berkata TIDAK. Bukan apanya. Tapi kami berbeda
keyakinan. Saya tidak mau untuk kedua kalinya mengingkari omongan saya sendiri.
Karena memang dari awal sejak saya mulai menyukai yang namanya laki-laki, saya
sudah tanamkan dalam pikiran saya bahwa tidak akan pernah memiliki hubungan
dengan orang yang berbeda keyakinan dengan saya. Saya sudah pernah mengingkari
itu sekali. Dan ujungnya saya yang merasakan sakit hati. Jadi saya tidak akan
pernah mengulanginya. Meskipun dia mencoba untuk meyakinkan saya bahwa dia
tidak akan melakukan hal yang sama dengan yang dilakukan temannya sama saya.
Ohya,, sekedar informasi bahwa pria yang membuat saya mengingkari omongan saya
sendiri dengan dia yang meminta untuk memiliki hubungan dengan saya. Mereka
berdua adalah teman. Lebih tepatnya teman sejak kecil. Tapi dari kejadian
kemarin saya belajar untuk tidak percaya apapun kata-kata manis yang diutarakan
oleh para pria hanya untuk membuat saya melayang-layang di udara. Karena
bahagia dengan segala macam rayuan yang tidak jelas dari mereka. Akan tetapi
pada akhirnya mereka menyakiti saya. Dan saya paling tidak suka dengan orang
yang berkata dusta. Karena saya sendiri takut untuk berkata dusta. Itulah
sebabnya saya percaya saja jika ada yang mengatakan sesuatu sama saya. Ternyata
saya salah menilai orang. Tidak semua orang yang luarnya kelihatan sempurna
adalah memang baik adanya. Tampang memang sangat meyakinkan. Tapi kenyataannya
berbeda. Mungkin juga dalam hubungan tersebut saya melakukan banyak kesalahan
baik yang disengaja maupun yang tidak. Tapi saya selalu berusaha untuk
memberikan yang terbaik. Namun, mungkin memang takdir tak merestui kami. Dan
kini saya juga bersyukur bahwa kami memang benar-benar telah berpisah.
Jadi untuk Anda yang saya maksudkan,
maaf banget saya benar-benar tidak bisa memiliki hubungan yang lebih dari teman
dengan anda. Perbedaan yang ada diantara kita bagiku sangat besar, dan tidak
akan pernah bisa menyatu. Apapun alasannya. Saya tetap pada pendirian saya.
Meskipun menurut anda itu tidak masalah sama sekali. Tapi dalam hal itu sangat
tidak akan pernah merubah keputusan saya. Memang saya berdoa, bahwa saya
membutuhkan teman disisi saya. Dua kriteria yang saya inginkan. Pertama, bahwa
dia yang bisa menuntun saya semakin mengenal Sang Juruselamat saya, artinya
bahawa dia seiman dengan saya. Dan tidak cukup sampai disitu. Dia juga sangat
mengerti tentang firman agar bisa menuntun saya. Yang kedua, yaitu dia yang
mungkin memang beragama Kristen seperti saya. Tapi belum hidup sebagaimana
orang kristen menjalani kehidupan. Dan mungkin juga orang kedua ini adalah dia
yang bukan orang Kristen namun berniat untuk mempelajari mengenai Kristen. Dan
sekali lagi maaf,, anda tidak termasuk dalam kriteria manapun. Jadi, sebaiknya
kita berteman saja.
Mungkin saya tampak seperti monster yang
menakutkan dengan berbicara seperti ini. Tapi inilah saya. Dan inilah yang saya
rasakan. Saya memang bukan perempuan yang memiliki kelembutan hati. Saya tidak
ingin menjalani sesuatu yang saya tidak suka. Karena saya sangat tidak nyaman
jika memaksakan sesuatu yang tidak sesuai dengan harapan saya. Jadi silahkan
cari orang lain yang mau menerima kamu dengan segala persamaan dan perbedaan.
Serta yang mau mencintaimu bukan dengan apa adanya kamu.
Sekian dan terima kasih. BERTI SANDANA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar