Rabu, 11 Februari 2015

kenangan



Kamis, 12 Februari 2015
Rasa sakit yang pernah kau torehkan dihati inii takkan pernah terobati oleh apapun dan siapapun. Meski kini aku telah melupakan segala kisah yang pernah kita rangkai bersama. Namun, tidak berarti bahwa segala luka itu telah sirna. Jika engkau memiliki anggapan seperti itu. Maka itu adalah anggapan yang salah besar. Sedikitpun aku tidak melupakan semua luka yang kau torehkan. Mungkin kini kau merasa seolah tidak pernah menyakiti apapun dan siapapun sehingga kau bisa menjalani hidupmu dengan wajar bahkan lebih dari itu. Tapi ingatlah satu hal bahwa aku disini sebagai orang yang telah engkau lukai. Dan luka yang kau berikan melebihi segala rasa sakit yang kurasakan sebelumnya. Apakah memang seperti inilah dirimu yang sesungguhnya. Selalu mengumbar janji manis pada setiap wanita dan ketika mereka telah jatuh kepelukanmu. Dengan mudahnya kau campakkan mereka????
Mungkin wanita lain yang juga pernah kau sakiti tidak merasa sesakit yang aku rasa. Namun, tahukah dirimu bahwa rasa sakit ini selalu membuatku ingin meneteskan air mata. Tetesan air mataku yang jatuh bukan lantaran aku masih mengharapkanmu. Akan tetapi, karena aku teramat kecewa atas sikapmu yang pergi begitu sajaa tanpa sepatah katapun. Dan bagiku itu adalah sikap seorang pengecut.
Aku bukan tipe orang yang begitu saja bisa melupakan segala kejadian yang terjadi padaku. Termasuk hal ini. Karena rasa sakitku teramat sangat. Membayangkan senyumanmu membuatku semakin membencimu. Apa arti senyuman itu???? Apakah memang semua telah kau susun dengan begitu rapi. Bahwa kau akan meninggalkan aku ketika aku telah benar-benar jatuh hati padamu. Aku bahkan menutup mataku pada hal disekitarku dan hanya melihatmu. Tapi yang kudapat hanyalah rasa sakit atas sebuah pengkhianatan. Mungkin karena saat itu aku mencintaimu lebih dari apapun sehingga rasa sakit yang kualami begitu dalam. Tapi apakah kau tidak pernah berpikir betapa hancurkan hati seorang wanita jika pria yang sangat ia cintai dan banggakan pergi begitu saja bak seorang pengecut??? Cobalah untuk sedikit saja memahami perasaan wanita.
Saat ini mungkin kau memang benar-benar tidak merasa bersalah sedikitpun atas segala tindakanmu padaku. Mungkin kau hanya menjadikanku hanya sebatas mainanmu. Dan ketika kau telah bosan kau membuangnya begitu saja. Layaknya boneka sungguhan yang memang tidak memiliki perasaan. Tindakanmu itu bukanlah tindakan seorang lelaki sejati. Bagiku itu adalah sikap seorang pengecut dan pecundang dan bersembunyi setelah berbuat sesuatu.
Rasa benci kala memngingatmu membuat aku semakin tidak ingin melihatmu bahagia, bahkan tertawa. Tidak adil rasanya jika aku menangis bak seorang anak kecil yang ditinggalkan oleh ibunya dijalan yang sepi. Sementara kau diluar sana tertawa layaknya orang tak bercela. Apakah tak pernah terlintas walau sedetik dalam benakmu bahwa kau telah menyakiti seseorang yang begitu tulus menyayangimu??? Aku bahkan lebih memilihmu dibanding apapun dan siapapun. Terutama masalah perbedaan keyakinan. Tapi kau menghancurkan semuanya.
Apa yang aku dapat dari semua kisah kita adalah kita berpisah saat kita bahkan belum saling mengenal dengan baik. menurutku,  Perpisahan itu terlalu dini. Namun, apalah daya kita tak bisa melawan takdir yang tidak menginginkan kita untuk terus bersama. Dan yang paling penting dari semua itu ialah bahwa Bapaku masih sangat rindu untuk menjadikanku anak-Nya sehingga aku diperkenankan untuk mengalami semua ini. Memang terlalu sakit untuk berpisah denganmu. Dan mungkin itu jugalah yang dirasakan YESUS saat aku memilihmu. Aku memang telah dibutakan oleh cintaku saat itu. Aku bahkan tidak memikirkan hal ini. Aku baru menyadarinya ketika semua telah berakhir. Tapi itu belum terlambat untuk kembali ke jalan yang benar. Jalan yang telah menyertai dan menguatkan aku hingga aku bisa bertahan sejauh ini. Mungkin saat ini kondisiku semakin membaik. Tapi satu hal yang pasti dan telah kuungit diatas bahwa aku tidak ingin melihatmu bahagia.  Mungkin ini terkesan egois tapi itulah yang selalu terlintas dikala aku mengingat rasa sakitku karenamu. Kuberitahu sedikit tentangku. Saya adalah orang yang tidak mudah untuk melupakan segala perbuatan buruk yang pernah saya alami. Apa yang saya ingat adalah pertama: pelaku kemudian apa yang dia lakukan. Jika dibawa dalam suatu penokohan dari segi unsur intrinsik itu adalah sifat “PENDENDAM”. Ya saya adalah tipe orang yang pendendam. Itulah sifat buruk saya. Sifat buruk lainnya adalah “OVER PROTECTIVE” terutama pada kakak dan adik perempuan saya. Saya tidak mentolerir alasan apapun jika menurut pengetahuan saya itu suatu kebohongan. Dan hal lain tentang saya adalah saya lebih takut bohong daripada cerita atau film horor. Saya juga orangnya super cuek alias tidak ramah kalau tidak disapa terlebih dahulu maka saya tidak akan pernah menyahut. Meskipun begitu sesungguhnya saya adalah orang yang care. Jika sudah suka terhadap sesuatu maka sulit untuk berpisah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar